Tampilkan postingan dengan label Jenis tari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis tari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2020

Tari Topeng Samba





Samba atau Pamindo (Melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak) 

Samba berasal dari kata sambang atau saban yang artinya setiap.Maknanya bahwa setiap waktu kita di wajibkan menjalnkan perintah-Nya .Di duakalikan (di pindoni ) , maknanya bahwa di samping mengerjakan perintahnya kita jugaperlu mengerjakn hal-hal yang sunah. 

Makna topeng Samba atau Pamindo 

tari topeng samba adalah jenis tarian yang menggambarkan sifat manusia yang masih anak anak penuh kebahagian dan kelincahan.dalam gerakan tarianya sangat luwes,serta lucu, samba juga bersaal kata dari saban yang artinya bahwa setiap tindakan harus melaksanakany perintahNYA dan mennjauhi larangaaNYA. 

Samba / Pamindho menggambarkan birahi ,karena setelah memilikisesuatu yang di inginkan kepada orang lain selalu ingin mempertunjukan apa yang telah dimilikinya ,bahwa hal itu menjadi pula sebagian kepentingan orang lain. 

Kata Pamindo, di kalangan seniman topeng Cirebon, berasal dari kata pindo, artinya kedua. Kata pindo, umumnya sangat berkaitan dengan urutan penyajian topeng Cirebon itu sendiri, yang artinya juga sama dengan penyajian tari bagian (babak) kedua. Akan tetapi, khusus untuk topeng gaya Losari, tarian tersebut justru ditarikan pada bagian pertama dan digambarkan sebagai tokoh Panji Sutrawinangun. Dalam gaya topeng Losari memang tidak dikenal adanya tari topeng Panji secara khusus, karena topeng Panji ditarikan dalam topeng lakonan. 

Karakter tari topeng tersebut adalah genit atau ganjen (bhs. Jw. Cirebon), sama dengan karakter tokoh Samba dalam cerita wayang Purwa. Oleh sebab itu, tari ini juga sering disebut dengan topeng Samba. Gerakannya gesit dan menggambarkan seseorang yang tengah beranjak dewasa, periang, dan penuh suka cita. Itulah sebabnya, mengapa gerakan tari topeng ini seperti kesusu (terburu-buru), mirip dengan perilaku dan kehidupan seorang anak muda. 

Kata Pamindo, di kalangan seniman topeng Cirebon, berasal dari kata pindo, artinya kedua. Kata pindo, umumnya sangat berkaitan dengan urutan penyajian topeng Cirebon itu sendiri, yang artinya juga sama dengan penyajian tari bagian (babak) kedua. Akan tetapi, khusus untuk topeng gaya Losari, tarian tersebut justru ditarikan pada bagian pertama dan digambarkan sebagai tokoh Panji Sutrawinangun. Dalam gaya topeng Losari memang tidak dikenal adanya tari topeng Panji secara khusus, karena topeng Panji ditarikan dalam topeng lakonan. 

Karakter tari topeng tersebut adalah genit atau ganjen (bhs. Jw. Cirebon), sama dengan karakter tokoh Samba dalam cerita wayang Purwa. Oleh sebab itu, tari ini juga sering disebut dengan topeng Samba. Gerakannya gesit dan menggambarkan seseorang yang tengah beranjak dewasa, periang, dan penuh suka cita. Itulah sebabnya, mengapa gerakan tari topeng ini seperti kesusu (terburu-buru), mirip dengan perilaku dan kehidupan seorang anak muda. 

Dalam pertunjukan topeng gaya topeng Menor dari daerah Jati, Cipunagara, Subang, topeng Pamindo dibagi menjadi dua bagian, yakni Pamindo (kedok berwarna putih) dan Samba Abang (kedok berwarna merah). Gaya penampilan seperti ini juga dimiliki oleh dalang topeng Rasinah dari Pekandangan dan Carpan dari Cibereng, Indramayu. Di daerah lainnya, penampilan seperti tersebut tidak ditemukan. 

Pamindo, simbol awal kehidupan semesta, dimulai dengan cahaya terang dari arah timur, hal ini dikaitkan dengan dimulainya tarian ini, yaitu pada pukul 10.00 – 12.00 siang, tarian ini sekaligus gambaran keberadaan masa kanak-kanak. Warna topeng serumpun dengan Panji, serta gambaran sikap handap asor dan ngalai asor yang artinya suka merendah dan setia kawan. Gerak tarian halus namun gagah atau landak, ia gambaran manusia yang beranjak dewasa dan baru mengenal dunia, tingkahnya terburu-buru, serba ingin tahu dan lelaki yang bersifat perempuan. Dalam falsafah Jawa, sifat Pamindo adalah Sawiyah atau Supiah, dalam susunan kosmologi ia berada pada posisi Timur dan identik dengan keberadaan awal penciptaa alam semesta yang masih suci. Dalam ajaran Islam tingkat tersebut berada dalam Hakekat, manusia pada tahap ini telah sampai pada pemahaman yang baik tentang mana yang menjadi hak mahluk dan mana yang hak Allah, sikap ini seolah menjadi penerang dan menjadi penunjuk arah dari kesesatan 

Nama lagu pengiringnya sama dengan nama tarinya, yakni pamindo. Di Slangit, nama lagu pengiring tari ini disebut Singa Kawung. 

Jenis tari topeng samba

Topeng samba putih, merupakan topeng kedua yang keluar dalam pertunjukan tari topeng Indramayu. Ini perumpamaan masa remaja seorang manusia. Topeng ini digambarkandengan mata yang mulai terbuka dan gigi yang terlihat, itu merupakan gambaran bahwa dia telah melihat dunia dan telah terpengaruh oleh lingkungan.Gigi serta mulutnya yang mulai terbuka kecil menunjukan hasrat dan nafsunya mulai keluar. Setiap perkataannya bisa mengandung hasrat dan nafsu yang segera akan berubah menjadi tindakan, kemudian menjadi karakter setelah biasa dilakukan. 

Topeng samba abang, berwarna merah muda. Gambaran topeng ini matanya cukup terbuka dan mulutnya cukup terbuka juga. Topeng ketiga yang keluar ini menggambarkan sosok manusia yang sudah dewasa(balig). Warna topengnya merah muda menggambarkan nafsu dan hasratnya telah matang. Pada masa ini hasrat dan nafsu tidak bisa ditahan, tetapi bisa dialihkan. Mengapa hasrat dan nafsunya tidak bisa ditahan? Karena hasrat dan nafsu adalah fitrah manusia (sifat manusia). Warna merah muda artinya tidak sepenuhnya merah. Menggambarkan bahwa hati manusia tidak pernah benar-benar sepenuhnya dikuasai oleh nafsu, selalu ada rasa kemanusiaan yang masih tersimpan di hati manusia. Sejatinya jiwa dan ruh manusia itu bersifat baik, hanya saja raga manusia mempunyai sifat keduniawian.

Rabu, 01 Januari 2020

ESTETIKA SENI TARI

A. Pengertian Seni Tari 

pengertian seni tari


Tari sendiri memiliki arti yaitu gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di suatu tempat dan waktu tertentu. Gerak adalah elemen pokok dalam seni tari, di dalamnya terdapat unsur ruang, tenaga, dan waktu. 

Sangat banyak sekali aneka ragam gerakan tari di Nusantara, setiap gerakannnya memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing. Gerak sendiri dapat diperoleh dari eksplorasi, dengan berimajinasi, berpikir, merespon dan merasakan suatu objek yang tertangkap oleh panca indera. 

B. Simbol Dalam Karya Seni Tari 

Simbol dalam karya tari merupakan makna yang terkandung dalam sebuah tarian. Fungsi dari simbol dalam tari ini adalah menunjukkan ekspresi jiwa dan maksud-maksud tertentu. Simbol dalam tari terbagi menjadi empat, yaitu simbol gerak, busana, dan tata rias. Berikut penjelasannya : 

1. Simbol gerak 

Simbol gerak ditunjukkan untuk menyampaikan perasaan atau sebuah cerita yang terkandung. Gerakan tari dilakukan dengan banyak cara, diantaranya secara lembut gemulai, dinamis, atau patah-patah. 

Teknis melakukan gerak tari juga bagian dari bentuk simbol. Tari yang digerakkan dengan lembut gemulai menunjukkan si penari menghayati dengan penuh perasaan dan kelembutan. Gerakan tari yang dilakukan secara dinamis, menunjukkan semangat, lincah, dan bertenaga. Tari yang digerakkan secara patah-patah menyimbolkan ketegasan dan kekuatan. 

2. Simbol Busana 

pengertian seni tari

Busana merupakan salah satu simbol dalam karya seni tari. Simbol busana dapat dilihati dari keunikan desain dan ragam warnanya. Secara umum, setiap warna busana memiliki makna simbolisme masing-masing. 

· Warna biru, memiliki makna kesetiaan. 

· Warna merah, memiliki makna keberanian. 

· Warna hitam, memiliki makna kebijaksanaan dan kematangan. 

· Warna merah, memiliki makna keberanian. 

· Warna putih, memiliki makna kesucian. 

Selain warna pada busana yang dikenakan, dilengkapi juga dengan aksesoris dan perlengkapan tambahan lainnya, seperti berikut : 

· Tambahan kain atau celana panjang. 

· Mahkota atau jamang. 

· Kemben 

· Gelang kaki dan tangan 

· Selendang 

Ada empat gerakan dalam tari, yaitu : 

· Gerak kepala, diantaranya : menunduk, menggeleng, menengok, berputar, menengadah. 

· Gerak tangan, diantaranya : memutar pergelangan, melenggang, dan merentang. 

· Gerak badan, diantaranya : condong, membungkuk, tegak, tegap. 

· Gerak kaki, diantaranya : melangkah ke kiri dan kanan, berlari, berjalan di tempat, menggesek. 

Contoh : 

Tari Baris dari Bali, gerakan dalam tari baris menceritakan ketangguhan para prajurit Bali saat dahulu. Kedua pundak penari diangkat hingga sejajar dengan telinga. Kedua lengan selalu pada posisi horizontal dengan gerak yang tegas. Lalu gerakan khas lainnya adalah selendet atau gerakan delik mata penari yang selalu berubah. Gerakan itu mendeskripsikan sifat prajurit yang senantiasa berhati-hati dengan situasi di sekitarnya. 

3. Simbol Tata Rias 

Tata rias sangat dibutuhkan untuk menghias wajah agar sesuai dengan karakter tari. Simbol tata rias ini dapat dilihat setelah penari dirias. Fungsi dari simbol ini adalah untuk mengubah karakter pribadi menjadi karakter tokoh lakon yang akan dibawakan, dan paling utama untuk memperkuat kesan ekspresi serta menambah daya tarik. 

C. Nilai Estetis Karya Seni Tari 

pengertian seni tari

Estetika merupakan sebuah keindahan yang akan tercipta dalam sebuah karya seni. Nilai estetis dalam gerak tari merupakan kemampuan dari gerak tersebut untuk menciptakan sebuah pengalaman estetis. Setiap gerak tarian pasti mempunyai nilai estetis tersendiri yang dapat diulas dan dijelaskan secara cermat. 

Hal yang perlu kalian pahami dalam mengamati karya seni tari adalah adanya faktor subjektif dan faktor objektif. Terciptanya estetis itu karena adanya penilaian perasaan dari pengamat. So guys, estetis akan tercipta karena adanya proses relasi antara karya seni tari dan tanggapan orang yang mengamati. 

Masing-masing gerak tari di setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, yang mana tidak bisa lepas dari pengaruh budaya yang terdapat didaerah tersebut. Contohnya seperti tari Jawa yang gerak matanya selalu mengarah ke bawah, tari Bali yaitu matanya yang melotot menjadi ciri khas tersendiri, lalu ada juga tari saman dari Aceh yang memiliki gerakan sangat cepat sebagai ciri khasnya. 

D. Jenis Jenis Tari Berdasarkan Penyajian 

1. Tari tradisional 

Tari tradisional merupakan tari yang berkembang dalam suatu daerah tertentu yang dilestarikan secara turun menurun oleh masyarakat setempat. Pada umumnya, tari tradisional mempunyai nilai sejarah yang kuat, pedoman yang luas dan bertahan pada adaptasi kebudayaan lingkungan sekitar terciptanya sebuah tari. 

Tari tradisional diklasifikasikan lagi menjadi 3, yaitu Tari Rakyat, Tari Klasik, dan Tari Kreasi baru. Berikut penjelasannya : 

a. Tari rakyat 

Tari rakyat adalah salah satu dari jenis tari tradisional. Tari rakyat ini merupakan karya seni tari yang tercipta dan lahir dari kebudayaan masyarakat lokal. Hidup dan berkembang sejak zaman primitif dan dilestarikan secara turun menurun hingga sekarang. Tari rakyat ini dikenal juga dengan sebutan tari Folklasik. 

Pada umumnya mempunyai beberapa ciri khas tersendiri, diantaranya yaitu kental akan nuansa kondisi masyarakat, mengacu pada kebudayaan dan adat masyarakat, serta gerak, rias, dan busana yang dikemas dengan sederhana. 

b. Tari Klasik 

Tari klasik adalah jenis dari tari tradisional yang tercipta dan lahir di lingkungan kerajaan atau bangsawan, seperti lingkungan keraton jika di Indonesia. Tari klasik ini berkembang sejak zaman feodal dan dilestarikan secara turun menurun di kalangan bangsawan. 

Ciri khas dari tari klasik adalah berpacu pada standardisasi tertentu, mengandung nilai estetis yang tinggi, dan disajikan dengan penampilan yang glamour atau mewah, mulai dari gerak, tata rias, hingga busana yang dikenakan. 

c. Tari Kreasi Baru 

Tari kreasi baru merupakan tari klasik yang diaransemen, lalu dikembangkan kembali menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun dalam mengaransemen tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 

Pada umumnya, tari kreasi baru diciptakan oleh para ahli karya seni tari, seperti Sauti dan Bagong Kusudiarjo. 

E. Jenis Jenis Tari Berdasarkan Fungsi 

Tari yang merupakan seni budaya juga memiliki fungsi. Gerakan tari yang menjadi media untuk menyampaikan fungsi tersebut. Berdasarkan fungsinya, tarian di Indonesia diklasifikasi menjadi 3, yaitu : 

1. Tari sebagai sarana upacara 

Tari sebagai upacara ini merupakan tarian yang biasa dipentaskan dalam upacara-upacara adat suatu daerah. Berikut contohnya : 

a. Tari Kecak 

Tari Kecak adalah tarian yang digunakan dalam upacara adat tertentu. Tari Kecak ini merupakan tarian khas Bali. Biasa dipentaskan saat upacara pembukaan atau penutupan sebuah acara besar. 

b. Tari Gambuh 

Tari Gambuh, juga merupakan tarian yang berasal dari Bali. Tarian ini dipentaskan saat upacara odalan, hajatan keluarga bangsawan, ngaben, dan lainnya. 

2. Tari sebagai sarana hiburan 

Tari sebagai sarana hiburan adalah tarian yang berfungsi dipentaskan untuk dijadikan sebagai sarana media hiburan para masyarakat. Berikut contohnya : 

a. Tari Topeng 

Tari Topeng merupakan tradisional yang berasal dari Jawa Barat, lebih tepatnya tarian ini lahir di Cirebon. Dinamakan tari topeng karena memang penarinya memakai topeng saat tampil. Tarian ini seringkali dipertunjukkan sebagai hiburan dalam acara hajat masyarakat Cirebon. 

b. Tari Merak 

Tari Merak adalah tari tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Tarian ini mendeskripsikan keindahan dan kecantikan burung merak, biasa dipertunjukkan sebagai saran hiburan masyarakat Jawa Barat. 

c. Tari Jaipong 

Tari Jaipong adalah tarian hiburan yang juga berasal dari Jawa Barat, tepatnya yaitu dari daerah Karawang. Tari Jaipong ini diciptakan oleh H. Juanda pada tahun 1976. 

3. Tari sebagai sarana media pertunjukan 

Tari sebagai sarana media pertunjukan merupakan tari yang memiliki fungsi untuk dipentaskan kepada masyarakat luas. Dengan pertunjukan yang benar-benar disiapkan sebelum dipentaskan, masyarakat akan menikmati keindahan-keindahan yang diungkapkan melalui gerak tari. Berikut contohnya : 

a. Tari Gambyong 

Tari Gambyong adalah tarian klasik yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini dipentaskan sebagai media pertunjukan, di mana tarian ini menggambarkan sifat wanita yang diungkapkan dengan gerak halus, terampil, dan lembut serta lincah. 

b. Tari Golek Menak 

Tari Golek, juga merupakan tarian klasik yang memiliki fungsi sebagai media pertunjukan. Tari Golek ini berasal dari Yogyakarta, yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. 

c. Tari Piring 

Tari piring atau biasa disebut dengan Tari Piriang dalam bahasa Minangkabau. Tari Piring ini berasal dari Kota Solok, Sumatera Barat. Tarian yang menggunakan media pokoknya piring ini merupakan tarian yang memiliki fungsi sebagai media pertunjukan.

Arsip Blog

Visit Us

https://senzeyizal.blogspot.com/