Tampilkan postingan dengan label tari topeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tari topeng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2020

Gerakan Dalam Tari Topeng


Hasil gambar untuk gambar gerakan jangkung ilo pada tari topeng


Dalam tari topeng Cirebon ada 9 pokok gerakan : 

- Adeg adeg 

Merupakan gerakan berdiri. arti dari gerakan ini ialah kita harus berdiri kokoh agar tidak tergoyahkan. 

- Pasangan 

arti dari gerakan ini ialah kita senantiasa memberikan suri tauladan kepada orang lain dengan berbuat kebaikan. 

- Capang 

Kalo author gak salah gerakan ini merupakan gerakan tangan dimana kelima jari tangan merapat / dirapatkan satu sama lain. Arti dari gerakan ini ialah kita selalu ringan tangan (bukan suka main tangan yah! inget! :v) memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan. 

- Godek 

Gerakan ini merupakan gerakan kepala yang menggeleng kekanan dan kiri dengan cepat. Arti dari gerakan ini ialah kita melihat saudara / kerabat kita dalam kesusahan kita senantiasa menggelengkan kepala lalu membantu semampunya. 

- Banting Tangan 

Gerakan ini merupakan gerakan membanting tangan hingga menghempas kebawah. Arti dari gerakan ini ialah kita harus selalu bekerja keras. Saat author latihan gerakan ini memang tangan terasa sakit dan nyeri tapi lama-lama tangan author udah terbiasa untuk dibanting-banting saat menari. 

- Gendut / Gedut 

Gerakan ini merupakan gerakan melangkah kecil kanan-kiri secara bergantian sambil menghentakan badan, satu tangan lurus serong kedepan dan tangan yang lain bertolak pinggang. Arti dari gerakan ini ialah kita tak boleh gemuk / gendut sendiri (sunda : dewekan) karena masih banyak orang yang kelaparan dan jauh dari hidup layak. 

- Kenyut 

Kenyut artinya kepincut (sorry lagi neh! author kagak tau gerakannya kek gimana). Arti dari gerakan ini ialah kita harus kepincut kepada hal-hal yang bersifat positif. 

- Nindak / Njangka 

Arti dari gerakan ini ialah kita harus bertindak yang diridoi oleh Allah SWT. 

- Jangkung Ilo 

Gerakan ini merupakan gerakan langkah yang besar dengan kaki diangkat sebatas pinggang disertai olah tangan yang merentang di samping kiri-kanan. Arti dari gerakan ini ialahkita harus mengukur sejauh mana kemampuan kita. 

Disamping 9 gerakan pokok diatas masih ada gerakan lain diantaranya : 

- Baksarai Mamandapan 

Gerakan ini merupakan langkah maju – mundur disertai olah tangan (kedua tangan lurus serong ke depan). 

- Gendut / Gedut 

Gerakan ini merupakan melangkah kecil kanan – kiri secara bergantian sambil menghentakan badan, satu tangan lurus serong ke depan sementara tangan yang lain mengepal sambil bertolak pinggang. 

- Jangkung Ilo 

Gerakan ini merupakan langkah besar dengan sebelah kaki di angkat sebatas pinggang secara bergantian di sertai mengolah tangan. 

- Mincid Sikap Kaki 

Gerakan ini merupakan telapak serong disertai langkah di tempat kecil – kecil dengan posisi tangan baplang (tangan kanan lurus ke depan, tangan kiri merentang ke samping). 

- Bakplang 

Gerakan ini merupakan melangkah cepat berjingkat 3 kali depan – belakang di sertai mengolah tangan pocapa (satu tangan lurus ke depan, sementara tangan yang lain mengepal disamping pinggang) dilakukan secara bergantian. 

- Banting Sumping / Rarawis 


Gerakan ini merupakan gerakan membanting / melempar sumping (rarawis). Yang diawali dengan memegang rarawis yang berada di kanan dan kiri dengan kedua tangan / satu tangan, kemudian dibanting / dilempar ke atas. 

- Kenser

Gerakan ini merupakan gerak menggeser kaki kanan dan kiri secara bersamaan dengan posisi tangan kanan bertolak pinggang dan tangan kiri lurus kedepan, disertai gerak kepala yang menggangguk. 

- Sila 

Gerakan ini merupakan pembuka / awal tarian dalam tari topeng Cirebon, dengan posisi kaki duduk bersila serta selendang menjulur di kanan – kiri pinggang penari. 

- Srisig 

Gerakan ini merupakan lari – lari kecil, dalam tari topeng Cirebon gerakan ini berlari melingkar / memutar dengan posisi kaki menyilang (kanan di depan kiri di belakang kaki kanan) di sertai kibasan soder / selendang. Selama melakukan gerakan ini kaki penari harus tetap menyilang selama berlari. 

Dalam Tari Topeng Cirebon ada 5 topeng / kedok inti yang sering ditarikan, diantaranya : 

- Kedok / Topeng Panji 


Menggambarkan kesucian manusia yang baru lahir. Kedoknya berwarna putih, matanya liyep, pandangannya merunduk dan senyumnya dikulum. Tari topeng Panji adalah tarian paradoks. Tarian ini sangat halus dengan langkah – langkah minimalis dan lebih banyak menampilkan gerak ‘diam yang dinamis’. Bagi penonton yang tidak begitu memahami gerak tarian ini akan cepat merasa bosan. Tarian ini sukar untuk ditarikan karena diperlukan disiplin keras, penahanan diri, dan memakan tenaga. Tarian ini ditarikan paling pertama dengan lagu pengiring ‘Kembang Sungsang’ yang merupakan lagu terpanjang dan sulit untuk dimainkan. Kadang tarian dan iringan musik tidak kontras karena iramanya cepat dan bunyinya keras disambut dengan gerak tari yang amat minim, bahkan hampir tanpa gerak. 

- Kedok / Topeng Samba (Pamindo) 

Hasil gambar untuk topeng samba

Menggambarkan kepolosan anak – anak yang masih belum mengenal apa itu ‘masalah. Tarian ini ditarikan kedua setelah tari topeng Panji. Karakter topeng ini adalah genit / ganjen, super aktif, gesit, periang, dan penuh sukacita. Dalam gaya topeng Losari justru tarian ini ditarikan paling awal sebagai Panji Sutrawinangun. 

- Kedok / Topeng Rumyang 

Hasil gambar untuk topeng rumyang

Menggambarkan kehidupan seorang remaja pada masa akil baligh. Kedok Rumyang sewanda (sekarakter) dengan kedok Samba / Pamindo, namun tanpa hiasan rambut. Seperti kedok Samba / Pamindo di tengah dahinya terdapat hiasan rerengu / rengu batuk mimi, yang disambung dengan hiasan pilis yang melingkar dikedua sisi pipi sampai kebagian pipi bawah. Tarian ini ditarikan ketiga setelah tari topeng Samba / Pamindo. Warna kedoknya merah jambu, namun ada juga yang berwarna coklat muda. 

- Kedok / Topeng Tumenggung 

Hasil gambar untuk topeng tumenggung

Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Kedok tumenggung selalu dicat coklat / merah jambu. Wanda kedoknya menyiratkan seseorang yang gagah, pemberani, dan berwibawa sesuai dengan karakternya yang gagah. Matanya melotot, dan bentuk matanya kedelen, kumisnya tebal yang biasanya dibuat dari rambut yang dikepang, kulit yang dibulatkan diujungnya, sunggingan janggutnya memulu. 

- Kedok / Topeng Klana 

Hasil gambar untuk topeng kelana

Menggambarkan sifat angkara murka yang terdapat dalam diri manusia. Kedok Klana umumnya dicat dengan warna merah tua. Melihat perangainya sudah dapat ditebak, bahwa kedok ini berkarakter gagah – kasar, brangasan, matanya melotot seperti orang terbelalak, kumis tebal yang biasanya dibuat dari rambut yang dikepang dan ujungnya dibulatkan, hidung panjang (mancung), mulut menganga dan menyembul keluar, gigi bagian atas agak menjorok kedepan seperti orang tertawa terbahak – bahak. Dibagian dagu tersungging hiasan janggut yang disebut rengget / rerengu yang menyatu dengan jambang. Diatas ujung hidung / dahi (jidat, ndas dll) ada lekukan seperti orang mengernyit dahi yang disebut renyon sedangkan dibagian atas melintang hiasan yang disebut jamang (bentuknya seperti mahkota). Kedok Klana mempunyai berbagai wanda (karakter) diantaranya wringut, drodos, dan barong. Kedok ini juga sering dipakai untuk berbagai tarian yang berkarakter sama antara lain tari Rahwana / Rowana. Tarian ini ditarikan paling akhir dan justru penonton banyak yang menggemari bahkan menyukai tarian ini ketimban topeng Panji, karena gerakannya yang gagah, maskulin, tegas, kadang terlihat mabuk, dan tertawa terbahak – bahak.

Tari Topeng Indramayu

Januari 02, 2020 0

Tari topeng indramayu berasal dari tradisi di lingkungan Istana Kacirebonan sebagai acara kerajaan, misalnya penyambutan tamu raja. Lama-kelamaan, tari ini diminati masyarakat di luar keraton sampai menyebar ke tanah Indramayu.
Tari istana lantas berubah fungsi menjadi tari rakyat. Sekalipun antara Keraton Cirebon dan tradisi Indramayu bertopeng sama, bentuk dan tokohnya, namun gaya dan gerak tarinya sangat berbeda.
Tari Topeng dibawakan oleh Mimi Rasinah, maestro tari topeng asal Indramayu salah satu pelestari Tari Topeng Indramayu adalah Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah. Atas kearifan Toto Amsar Suanda seni tradisi Indramayu ini pada tahun 1994 mengarungi Asia dan Eropa.
Keunikan dari seni tari ini bukan menjadi sekadar pertunjukan, namun sebuah kesenian yang memerlukan keyakinan dan penghayatan.
Topeng sebagai salah satu genre produk seni budaya Cirebon merupakan identitas global atau payung besar gaya atas sub-sub gaya yang bersifat lokal. Setiap desa dan kelompok dalang seni topeng memiliki gaya penampilan khasnya. Para pelaku budaya Indramayu yang sering dianggap sebagai bagian dari insan kultural Cirebon cenderung merasa memiliki identitasnya tersendiri. Mereka menyatakan sebagai Wong Dermayu dengan segala produk seni budayanya yang mendapatkan label Dermayu. Label pengukuhan pendapat bahwa mereka yang bukan Wong Cirebon, Wong Jawa, Wong Sunda, dan lainnya mencitrakan pertunjukan topeng Indramayu yang lazim disebut " Topeng Dermayon ".
Perbedaan gaya di dalam Tari Topeng Indramayu tidak tampak jelas di mata orang-orang awam. Pengertian lain, Tari Topeng Indramayu memiliki kekhasan tersendiri, apabila dibandingkan dengan pertunjukan tari toipeng dari daerah Cirebon lainnya, seperti: Slangit, Palimanan, atau Cibeber. Hal ini dapat disaksikan melalui pertunjnukan Tari Topeng Indramayu yang terdiri dari serangkaian tari topeng, yakni:
1.      Topeng Panji
Topeng Panji adalah tarian yang disajikan di awal pertunjukan dengan karakter penari yang sangat lembut. Motif gerak penarinya sederhana dengan irama yang sangat lembut pula. Kaki penari tidak pernah diangkat dari lantai. Apabila akan mengubah arah hadap, gerak penari tidak mengangkat telapak kaki dari lantai seperti gerak seser dalam tarian Jawa.
Ukuran kualitas di dalam memeragakan tari Topeng Panji, yakni ketika penonton nyaris tidak menyadari kapan penari mengubah posisi hadap serta posisi dasi yang dikenakannya. Jikalau dasi tampak longgar dan tidak menempel rapi menandakan penari belum mampu mengatur kelembutan napasnya.
Ukuran kepantasan kepiawaian penari Topeng Panji, jika ada penonton yang tanpa sadar menangis (terharu) ketika menyaksikannya menari. Selain itu, ukuran kepantasan penari Topeng Panji  manakala memeragakan tarian tersebut benar-benar lembut dan tanpa ekspresi. Penari yang mampu mencapai tingkat kepiawaian di dalam memeragakan tarian tersebut akan menyerupai mayat yang menari.
Sebelum memeragakan tari Topeng Panji, beberapa dalang sepuh mengikuti adat yakni melakukan ritual khusus demi keselamatan dan keberhasilan pertunjukan, misal berpuasa mutih. Selain, ritual tersebut dimaksudkan agar penari dalam kondisi badan serta pikiran rileks, dan tidak mengeluarkan banyak keringat.
Tidak banyak penari yang memelajari tari Topeng Panji. Disebabkan tarian tersebut biasanya menelan durasi waktu delapan puluh mennit dan dimainkan di panggung hajatan yang mengharuskan persyaratan fisik cukup kuat dalam posisi pasangan (kuda-kuda). Selain, tarian tersebut sangat monoton dan membosankan bagi penonton. Dikarenakan motif gerak tariannya sangat sederhana dan berirama lembut, penampilan penarinya lebih impresif  hingga terkesan kurang komunikatif dengan pentonton.
Kedok tari Topeng Panji berwarna putih dengan mulut sedikit terbuka dan seolah tersenyum, mata sipit, dan tanpa hiasan rambut. Jenis tarian yang terkesan lembut dan bersih hati ini melukiskan kebenaran, sebagaimana disimbolkan melalui garis lurus serupa aksara alif. Sementara, iringan tari Topeng Panji adalah gending Kembang Sungssang yang memiliki dinamika tertentu yakni dodoan (lembut) dan deder (cepat). Tidak ada nama tokoh pasti dari karakter yang digambarkan tdak berhubungan dengan jalan cerita.
2.      Tari Topeng Pamindo
Topeng Pamindo merupakan jenis tari topeng yang berkarakter ganjen (riang) tersebut memiliki analopgi dengan sifat kanak-kanak. Gerak tariannya sangat variatif, terutama pada bagian tengah dan akhir ketika iringan bertempo semakin cepat.
Kedok tari Topeng Pamindo berwarna putih kekuningan dengan rona wajah ceria. Keseluruhan tari Topeng Pamindo menceritakan keceriaan yang ditampilkan melalui bentuk mulut kedok setengah terbuka hingga sederetan giginya tampak. Bentuk mata kedok bagian atas setengah melingkar. Di sekitar tepi kening kedok, terdapat ukiran rambut dengan hiasan kembang pilis.
3.      Tari Topeng Rumyang
Tari Topeng Romyang di iringi lagu Rumyang. Kedok tarian ini berwarna putih kecoklatan dan tanpa dihiasai rambut. Karakter tari yang ditampilkan di antara tari Topeng Panji dan Topeng Pamindo ini memiliki gambaran polos. Karakter yang tersirat pada tarian tersebut adalah ceria. Keceriaan ini digambarkan dengan mulut kedok tidak tertutup, bentuk matanya sipit dan cenderung datar, serta alis yang seolah diangkat menyerupai bentuk gunung.
4.      Tari Topeng Tumenggung
Tari Topeng Tumenggung biasanya ditampilkan dalam pertunjukan lepas. Pada tarian ini digambarkan tokoh Tumenggung Magangdiraja yang diutus Raja Bawarna untuk menangkap Jingga Anom, seorang tumenggung dari Jongjola.
Kedok yang dikenakan oleh penari (tokoh) Tumenggung berwarna merah dengan karakter gagah, muka berbentuk lebar dengan mata bulat dan melotot. Kesan gagah ditampilkan dengan kumis lebat serta jenggot di bawah mulut. Karakter tari Topeng Tumenggung adalah gagah dengan gerak kuat di dalam ruang yang luas.
5.      Tari Topeng Klana Wringut
Tari Topeng Klana Wringut biasanya diminati anak-anak dan ibu-ibu. Kedok Klana Wringut berwarna merah tua dengan ekspresi garang. Hidung mancung panjang. Kedok tersebut menggambarkan karakter raja saat melakukan dinas kerajaan. Demi menjaga kewibawaannya, penari tampak tegas, kejam, dan disiplin.
6.      Tari Topeng Klana Udeng
Ciri tari Topeng Klana Udeng, kedok berkarakter drodos dengan bentuk hidung mancung panjang dan mendongak ke atas. Gambaran yang ditampilkan adalah sifat seorang di balik layar dengan perilaku kurang terkendali. Meskipun ia adalah raja, kedok drodos menggambarkan kegilaan serta sikap kurang kontrol dari seorang raja yang tengah kasmaran. Gerak tarian sangat ekspresif dengan tekanan-tekanan gerak yang kuat. Kaki penari acapkali diangkat kemudian menginjak kotak atau tepi kendang. Pasangan (kuda-kuda) cukup lebar dengan salah satu kaki di depan serta gelengan kepala yang ekspresif hingga mengesankan kekokohan keseluruhan gerak.
Jenis tarian Topeng Klana Udeng dimulai dengan dodoan, lalu unggah tengah (cepat atau naik), dan semakin deder (cepat). Pada tarian yang dikemas lebih cepat (10-15 menit) itu, dodoan tidak ditarikan. Hanya bagian tengah sebelum ngrasuk (mengenakan) kedok, irama menjadi dinamis dan semakin kaya gerakan. Puncak tari Topeng Klana Udeng  yakni pada saat irama semakin cepat dan penari sudah mengenakan kedok.

Tari Topeng Samba





Samba atau Pamindo (Melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak) 

Samba berasal dari kata sambang atau saban yang artinya setiap.Maknanya bahwa setiap waktu kita di wajibkan menjalnkan perintah-Nya .Di duakalikan (di pindoni ) , maknanya bahwa di samping mengerjakan perintahnya kita jugaperlu mengerjakn hal-hal yang sunah. 

Makna topeng Samba atau Pamindo 

tari topeng samba adalah jenis tarian yang menggambarkan sifat manusia yang masih anak anak penuh kebahagian dan kelincahan.dalam gerakan tarianya sangat luwes,serta lucu, samba juga bersaal kata dari saban yang artinya bahwa setiap tindakan harus melaksanakany perintahNYA dan mennjauhi larangaaNYA. 

Samba / Pamindho menggambarkan birahi ,karena setelah memilikisesuatu yang di inginkan kepada orang lain selalu ingin mempertunjukan apa yang telah dimilikinya ,bahwa hal itu menjadi pula sebagian kepentingan orang lain. 

Kata Pamindo, di kalangan seniman topeng Cirebon, berasal dari kata pindo, artinya kedua. Kata pindo, umumnya sangat berkaitan dengan urutan penyajian topeng Cirebon itu sendiri, yang artinya juga sama dengan penyajian tari bagian (babak) kedua. Akan tetapi, khusus untuk topeng gaya Losari, tarian tersebut justru ditarikan pada bagian pertama dan digambarkan sebagai tokoh Panji Sutrawinangun. Dalam gaya topeng Losari memang tidak dikenal adanya tari topeng Panji secara khusus, karena topeng Panji ditarikan dalam topeng lakonan. 

Karakter tari topeng tersebut adalah genit atau ganjen (bhs. Jw. Cirebon), sama dengan karakter tokoh Samba dalam cerita wayang Purwa. Oleh sebab itu, tari ini juga sering disebut dengan topeng Samba. Gerakannya gesit dan menggambarkan seseorang yang tengah beranjak dewasa, periang, dan penuh suka cita. Itulah sebabnya, mengapa gerakan tari topeng ini seperti kesusu (terburu-buru), mirip dengan perilaku dan kehidupan seorang anak muda. 

Kata Pamindo, di kalangan seniman topeng Cirebon, berasal dari kata pindo, artinya kedua. Kata pindo, umumnya sangat berkaitan dengan urutan penyajian topeng Cirebon itu sendiri, yang artinya juga sama dengan penyajian tari bagian (babak) kedua. Akan tetapi, khusus untuk topeng gaya Losari, tarian tersebut justru ditarikan pada bagian pertama dan digambarkan sebagai tokoh Panji Sutrawinangun. Dalam gaya topeng Losari memang tidak dikenal adanya tari topeng Panji secara khusus, karena topeng Panji ditarikan dalam topeng lakonan. 

Karakter tari topeng tersebut adalah genit atau ganjen (bhs. Jw. Cirebon), sama dengan karakter tokoh Samba dalam cerita wayang Purwa. Oleh sebab itu, tari ini juga sering disebut dengan topeng Samba. Gerakannya gesit dan menggambarkan seseorang yang tengah beranjak dewasa, periang, dan penuh suka cita. Itulah sebabnya, mengapa gerakan tari topeng ini seperti kesusu (terburu-buru), mirip dengan perilaku dan kehidupan seorang anak muda. 

Dalam pertunjukan topeng gaya topeng Menor dari daerah Jati, Cipunagara, Subang, topeng Pamindo dibagi menjadi dua bagian, yakni Pamindo (kedok berwarna putih) dan Samba Abang (kedok berwarna merah). Gaya penampilan seperti ini juga dimiliki oleh dalang topeng Rasinah dari Pekandangan dan Carpan dari Cibereng, Indramayu. Di daerah lainnya, penampilan seperti tersebut tidak ditemukan. 

Pamindo, simbol awal kehidupan semesta, dimulai dengan cahaya terang dari arah timur, hal ini dikaitkan dengan dimulainya tarian ini, yaitu pada pukul 10.00 – 12.00 siang, tarian ini sekaligus gambaran keberadaan masa kanak-kanak. Warna topeng serumpun dengan Panji, serta gambaran sikap handap asor dan ngalai asor yang artinya suka merendah dan setia kawan. Gerak tarian halus namun gagah atau landak, ia gambaran manusia yang beranjak dewasa dan baru mengenal dunia, tingkahnya terburu-buru, serba ingin tahu dan lelaki yang bersifat perempuan. Dalam falsafah Jawa, sifat Pamindo adalah Sawiyah atau Supiah, dalam susunan kosmologi ia berada pada posisi Timur dan identik dengan keberadaan awal penciptaa alam semesta yang masih suci. Dalam ajaran Islam tingkat tersebut berada dalam Hakekat, manusia pada tahap ini telah sampai pada pemahaman yang baik tentang mana yang menjadi hak mahluk dan mana yang hak Allah, sikap ini seolah menjadi penerang dan menjadi penunjuk arah dari kesesatan 

Nama lagu pengiringnya sama dengan nama tarinya, yakni pamindo. Di Slangit, nama lagu pengiring tari ini disebut Singa Kawung. 

Jenis tari topeng samba

Topeng samba putih, merupakan topeng kedua yang keluar dalam pertunjukan tari topeng Indramayu. Ini perumpamaan masa remaja seorang manusia. Topeng ini digambarkandengan mata yang mulai terbuka dan gigi yang terlihat, itu merupakan gambaran bahwa dia telah melihat dunia dan telah terpengaruh oleh lingkungan.Gigi serta mulutnya yang mulai terbuka kecil menunjukan hasrat dan nafsunya mulai keluar. Setiap perkataannya bisa mengandung hasrat dan nafsu yang segera akan berubah menjadi tindakan, kemudian menjadi karakter setelah biasa dilakukan. 

Topeng samba abang, berwarna merah muda. Gambaran topeng ini matanya cukup terbuka dan mulutnya cukup terbuka juga. Topeng ketiga yang keluar ini menggambarkan sosok manusia yang sudah dewasa(balig). Warna topengnya merah muda menggambarkan nafsu dan hasratnya telah matang. Pada masa ini hasrat dan nafsu tidak bisa ditahan, tetapi bisa dialihkan. Mengapa hasrat dan nafsunya tidak bisa ditahan? Karena hasrat dan nafsu adalah fitrah manusia (sifat manusia). Warna merah muda artinya tidak sepenuhnya merah. Menggambarkan bahwa hati manusia tidak pernah benar-benar sepenuhnya dikuasai oleh nafsu, selalu ada rasa kemanusiaan yang masih tersimpan di hati manusia. Sejatinya jiwa dan ruh manusia itu bersifat baik, hanya saja raga manusia mempunyai sifat keduniawian.

Rabu, 01 Januari 2020

TARI TOPENG CIREBON GAYA GEGESIK

Januari 01, 2020 0

Pada tari Topeng Cirebon gaya Gegesik yang paling terlihat berbeda adalah raut karakteristik topengnya. Topeng Panji pada gaya Gegesik digambarkan dengan karakteristik wajah berwarna putih dengan raut tenang, mata sipit dengan tatapan yang selalu merunduk tajam, hidung mancung dan senyum yang terkulum.


Di Gegesik yang merupakan salah satu pusat perkembangan kesenian cirebon, termasuk kesenian tari Topeng Cirebon, penari atau dalang tari Topeng Cirebon kini tidak sebanyak dulu ketika masa jayanya, menurut budayawan Cirebon bapak Nurdin Noer yang juga merupakan ketua Lembaga Basa lan Sastra Cirebon. Di saat masa jayanya, para penduduk yang ada di Gegesik ini bisa menari topeng. Entah itu memang keturunan dari penari topeng atau hanya seorang petani biasa. Hingga topeng menjadi hal yang wajib dipunyai di sana kala itu. Namun, sekarang sudah berubah. Sudah ada tiga dekade hal itu tidak berlaku. Sekarang jumlah penari topeng atau dalang yang ada di Gegesik bisa dihitung oleh jari.

  • Pada perkembangan sebuah kesenian termasuk tari Topeng Cirebon gaya Gegesik, perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perubahan yang terjadi pada tari Topeng Cirebon gaya Gegesik kebanyakan dipengaruhi oleh struktur masyarakat urban serta berperannya sekolah kesenian, modernisasi, peristiwa, politik dan perubahan pandangan pewaris topeng, terutama sekitar tahun 1980 hingga tahun 2000. Perubahan tari Topeng Cirebon gaya Gegesik terutama terjadi pada cara dan bentuk penyajiannya, sehingga pada masa itu pertunjukan topeng dicampur dengan dangdut atau yang oleh masyarakat disebut sebagai topeng-dangdut.

Musik pengiring yang digunakan pada Tari Topeng Gaya Gegesik

Lagu atau musik pengiring yang digunakan pada pagelaran tari Topeng Cirebon gaya Gegesik ternyata memiliki kesamaan dengan musik pengiring yang dipergunakan pada gaya Slangit, berikut nama-nama musik pengiringnya ;
  • Tetaluan, dikenal juga dengan nama gagalan merupakan tabuhan gamelan yang dimainkan sebelum penari atau dalang topeng muncul pada panggung tari.
  • Kembang Sungsang, merupakan lagu pengiring yang digunakan untuk mengiringi pagelaran tari Topeng pada babak Panji.
  • Singa Kawung, merupakan lagu pengiring yang digunakan untuk mengiringi pagelaran tari Topeng pada babak Samba.
  • Tumenggungan, atau dikenal dengan nama bendrong merupakan lagu pengiring yang digunakan untuk mengiringi pagelaran tari Topeng pada babak Tumenggung atau Patih.
  • Kembang Kapas, merupakan lagu pengiring yang digunakan untuk mengiringi pagelaran tari Topeng pada babak Rumyang.
  • Gonjing, merupakan lagu pengiring yang digunakan untuk mengiringi pagelaran tari Topeng pada babak Klana.
Gerakan tari pada Tari Topeng Cirebon Gaya Gegesik ialah :

Gerakan tari pada gaya Gegesik dapat dilihat pada pemaknaan gerak di masing-masing alur ceritanya, di antaranya adalah gerakan tangan temple bahu dan cantel pada alur cerita topeng Panji. Gerakan tangan temple bahu diartikan sebagai tiruan dari gerak jalan Dewi Anggraeni sementara gerakan cantel dapat diartikan bahwa Raden Panji akan berhasil menikahi Dewi Anggraeni.

Pada gaya Gegesik, babak (alur cerita) tariannya hampir sama dengan babak tarian yang ada di gaya-gaya tari Topeng Cirebon wilayah barat, penamaan babak pada pementasan tari Topeng Cirebon pada wilayah barat hanyalah mengambil namanya saja untuk menggambarkan kesamaan watak, para dalang topeng Cirebon pada umumnya tidak mengaitkan tariannya dengan tokoh Panji seperti dalam cerita Panji. Artinya, nama tari tersebut bukan sebagai gambaran tokoh Panji. Kata Panji hanya dipinjam untuk menyatakan salah satu karakter tari yang halus, yang secara kebetulan karakternya sama dengan tokoh Panji. Berbeda dengan di Losari, Topeng Panji justru ditarikan dalam sebuah lakonan dan penarinya benar-benar memerankan tokoh Panji seperti yang ada di cerita Panji.

Perbedaan babak antara tari Topeng Cirebon gaya Gegesik dengan Slangit yang sama-sama berasal dari Kabupaten Cirebon wilayah barat terletak pada susunan babaknya, jika pada gaya Gegesik babak rumyang ditampilkan pada urutan keempat atau kelima, maka pada gaya Slangit babak tersebut ditampilkan pada urutan ketiga. Berikut babak pada tari Topeng Cirebon gaya Gegesik ;

1. Panji, menceritakan karakter manusia yang baru lahir, topeng Panji pada gaya Gegesik digambarkan sebagai watak dari karakter manusia yang halus, karakter ini sering disamakan dengan karakter Arjuna pada cerita Mahabarata.
2. Samba (pamindo), menceritakan karakter anak-anak.
3. Rumyang, menceritakan karakter manusia yang bergejolak menuju kedewasaan.
4. Patih (tumenggung), menceritakan manusia yang sudah dewasa.
5. Klana, menceritakan manusia yang dursila (memiliki emosi dan amarah jahat di dalam dirinya).

Sebagian budayawan Cirebon yang menyimak keterangan Ki Rawita (maestro tari Topeng Cirebon gaya Randegan) bahwa babak rumyang seharusnya ditarikan pada bagian akhir kemudian menyatakan hal yang sama jika pada zaman dahulu babak rumyang pada tari Topeng Cirebon gaya Gegesik juga ditarikan pada akhir pagelaran sama dengan yang terjadi pada gaya Randegan, hanya saja para budayawan Cirebon kurang mengingat kapan terjadinya peralihan babak rumyang yang sebelumnya ditarikan di akhir babak menjadi di tengah babak pada pagelaran tari Topeng Cirebon gaya Gegesik. Ki Waryo (maestro kesenian Cirebon sekaligus dalang tari Topeng Cirebon gaya Palimanan) berpendapat bahwa peralihan babak rumyang dari akhir pagelaran menjadi babak di tengah pagelaran diperkirakan terjadi pada periode tahun 1970-an di mana pada periode tersebut para dalang tari Topeng di Cirebon banyak didatangi oleh para peneliti dan kemungkinan para peneliti ini memberikan persfektif baru bagi para dalang Topeng terutama dalang tari Topeng Cirebon gaya Gegesik sekaligus mengubah persfektif tariannya dari semula berfokus pada perkembangan jiwa yang merupakan ciri dari pementasan tari Topeng Cirebon dengan babak rumyang di akhir menjadi berfokus pada pertumbuhan manusia secara fisik yang merupakan ciri dari pementasan tari Topeng Cirebon dengan babak rumyang di tengah.

Dalang tari Topeng Cirebon gaya Gegesik

Di wilayah kecamatan Gegesik juga terdapat banyak dalang topeng, para dalang tersebut kebanyakan berasal dari keturunan para maestro tari Topeng Cirebon gaya Gegesik yaitu Mutinah, Lesek dan Jublag. Keturunan dalang Mutinah yang bisa ditelusuri adalah dalang Juniah, sementara keturunan dalang Lesek adalah dalang Sumarni dan yang terakhir keturunan dalang Jublag adalah dalang Baerni dan Baedah yang keduanya masih dapat dikatakan aktif walau sudah sangat jarang diundang tampil di masyarakat. 

Dalang Baerni kini pindah ke wilayah kecamatan Pegadean, Kabupaten Subang untuk mengikuti suaminya yang bekerja sebagai guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan dalang Baedah juga mengikuti suaminya pindah ke wilayah kota Cirebon.

Arsip Blog

Visit Us

https://senzeyizal.blogspot.com/