Sabtu, 21 Desember 2019

Fungsi simbol dan Unsur estetika seni tari

     
  A. Jenis Jenis Tari Berdasarkan Fungsi 
 
Tari yang merupakan seni budaya juga memiliki fungsi. Gerakan tari yang menjadi media untuk menyampaikan fungsi tersebut. Berdasarkan fungsinya, tarian di Indonesia diklasifikasi menjadi 3, yaitu : 
1. Tari sebagai sarana upacara 
Tari sebagai upacara ini merupakan tarian yang biasa dipentaskan dalam upacara-upacara adat suatu daerah. Berikut contohnya :
a. Tari Kecak
Tari Kecak adalah tarian yang digunakan dalam upacara adat tertentu. Tari Kecak ini merupakan tarian khas Bali. Biasa dipentaskan saat upacara pembukaan atau penutupan sebuah acara besar.
b. Tari Gambuh
Tari Gambuh, juga merupakan tarian yang berasal dari Bali. Tarian ini dipentaskan saat upacara odalan, hajatan keluarga bangsawan, ngaben, dan lainnya.
c. Tari Lawung Ageng
Tari Lawung adalah tarian khas Yogyakarta. Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hemengkubuwono I. Nama Lawung diberikan karena dalam pentasnya penari menggunakan properti lawung atau tombak. 
2. Tari sebagai sarana hiburan 
Tari sebagai sarana hiburan adalah tarian yang berfungsi dipentaskan untuk dijadikan sebagai sarana media hiburan para masyarakat. Berikut contohnya :
a. Tari Topeng
Tari Topeng merupakan tradisional yang berasal dari Jawa Barat, lebih tepatnya tarian ini lahir di Cirebon. Dinamakan tari topeng karena memang penarinya memakai topeng saat tampil. Tarian ini seringkali dipertunjukkan sebagai hiburan dalam acara hajat masyarakat Cirebon.
b. Tari Merak
Tari Merak adalah tari tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Tarian ini mendeskripsikan keindahan dan kecantikan burung merak, biasa dipertunjukkan sebagai saran hiburan masyarakat Jawa Barat.
c. Tari Jaipong
Tari Jaipong adalah tarian hiburan yang juga berasal dari Jawa Barat, tepatnya yaitu dari daerah Karawang. Tari Jaipong ini diciptakan oleh H. Juanda pada tahun 1976. 
3. Tari sebagai sarana media pertunjukan 
Tari sebagai sarana media pertunjukan merupakan tari yang memiliki fungsi untuk dipentaskan kepada masyarakat luas. Dengan pertunjukan yang benar-benar disiapkan sebelum dipentaskan, masyarakat akan menikmati keindahan-keindahan yang diungkapkan melalui gerak tari. Berikut contohnya :
a. Tari Gambyong
Tari Gambyong adalah tarian klasik yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini dipentaskan sebagai media pertunjukan, di mana tarian ini menggambarkan sifat wanita yang diungkapkan dengan gerak halus, terampil, dan lembut serta lincah.
b. Tari Golek Menak
Tari Golek, juga merupakan tarian klasik yang memiliki fungsi sebagai media pertunjukan. Tari Golek ini berasal dari Yogyakarta, yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
c. Tari Piring
Tari piring atau biasa disebut dengan Tari Piriang dalam bahasa Minangkabau. Tari Piring ini berasal dari Kota Solok, Sumatera Barat. Tarian yang menggunakan media pokoknya piring ini merupakan tarian yang memiliki fungsi sebagai media pertunjukan. 
B. Simbol Dalam Seni Tari 
Gerak dalam tari mengandung tenaga atau energi yang dikeluarkan dan mencakup ruang dan waktu. Gerak adalah aktivitas yang dilakukan manusia didalam kehidupan. Artinya manusia dalam mengungkapan segala perasaan marah, kecewa, takut, senang, akan nampak pada perubahan – perubahan yang ditimbulkan melalui gerakan anggota tubuh. Gerak berasal dari pengolahan hasil dari perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi yang dirangkai menjadi sebuah tarian.
Tari adalah ekspresi jiwa, oleh sebab itu didalam tari mengandung maksud-maksud tertentu. Dari maksud yang jelas dan dapat dirasakan oleh manusia. Maksud atau simbol gerak yang dapat dimengerti atau abstrak yang sukar untuk dapat dimengerti tetapi masih tetap dapat dirasakan keindahannya.
C. Unsur Nilai Estetika Seni Tari  
Tari adalah gerakan berirama yang dilakukan dalam suatu ruang. Suatu gerakan dikatakan tari jika terdapat mengandung suatu ungkapan tertentu, mempunyai ekspresi, dilakukan secara berirama, dilakukan dalam suatu ruangan, memiliki nilai estetika, gerakan itu dapat dinikmati oleh penari dan orang yang melihat tarian itu.
Namun untuk menilai estetika suatu tari dapat menggunakan 4 dasar yaitu sebagai berikut: 
1. Wiraga
Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh/fisik penari yang dapat menyalurkan ekspresi batin dalam bentuk gerak tari. Gerakan anggota tubuh itu antara lain:
Jari-jari tangan
Pergelangan tangan
Siku-siku tangan
Bahu
Leher
Muka dan kepala
Lutut
Mulut
Jari-jari kaki
Dada
Perut
Pinggul
Biji mata
Alis
Pergelangan kaki 
2. Wirama
Wirama adalah suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis di dalam tari. Di dalamnya terdapat pengaturan dinamika seperi aksen dan tempo tarian. ada dua macam Wirama pada tari, yaitu:
Wirama tandak : adalah wirama yang ajeg (tetap) dan murni dengan ketukan dan aksen yang berulng-ulang dan teratur. dalam wirama tandak, gerak tari dan musik lebih mudah disusun. seorang dapat bergerak langsung mengikuti ketukan sekali, ketukan mengganda, ketukan menigakali, atau dapat pula membuat gerakan sinkop (berlawanan dengan gerakan musiknya)
Wirama bebas : adalah wirama yang tidak selalu memiliki ketukan dengan akses yang berulang-ulang dan teratur. 
3. Wirasa
Wirasa adalah ekspresi raut muka /mimik yang menggambarkan karakter tarian, penghayatan gerak sesuai dengan tuntutan tarian. Wirasa merupakan tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian. seperti : tegas, lembut, gembira dan sedih, yang mengekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah sehingga melahirkan keindahan. 
4. Wirupa
Adalah penampilan penari dari ujung atas sampai ujung bawah . Wirupa adalah unsur yang memberikan kejelasan karakter gerak tari yang ditunjukan melalui warna, busana dan tata rias.
Untuk melengkapi keempat unsur di atas, sebuah tari hendaknya dibangun dengan kesesuaian dari tata rias, kostum, tata lampu, dan tata pangung. Tarian yang mengekspresikan kisah sedih misalnya, tidak cocok ditampilkan dengan tata rias yang menor serta kostum yang berwarna cerah. Sebaliknya, tarian yang mengekspresikan kegembiraan, sangat cocok ditampilkan dengan kostum yang gemerlap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Visit Us

https://senzeyizal.blogspot.com/